📰 INTERNET

Apa itu SYN Flood? Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya

Tim Cybernet 4 September 2026 3 min read 1 views
Apa itu SYN Flood? Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya

Apa itu SYN Flood? Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya

Apa itu SYN flood menjadi salah satu jenis serangan Denial-of-Service (DoS) yang masih sering hacker lakukan untuk melumpuhkan layanan online. Misalnya, website Anda mendadak tidak bisa diakses, padahal trafik pengunjung dan penggunaan CPU server masih aman.

Key Takeaways

  • SYN flood adalah serangan DoS yang membanjiri koneksi TCP half-open hingga server tidak mampu melayani permintaan pengguna yang sah.
  • Memahami cara kerja TCP Three-Way Handshake membantu Anda mengenali bagaimana SYN flooding dapat menyebabkan website lambat, error, atau downtime.
  • Dampak serangan SYN flood attack tidak hanya mengganggu performa server, tetapi juga berisiko menurunkan pendapatan, reputasi, dan pengalaman pengguna.
  • Kasus nyata seperti Mirai Botnet dan serangan terhadap layanan hosting di Indonesia menunjukkan pentingnya menerapkan mitigasi DDoS dan perlindungan jaringan sejak dini.

Apa itu SYN Flood?

SYN flood adalah serangan yang mengeksploitasi limit kinerja server, tepatnya pada proses TCP Three-Way Handshake, dengan membanjiri antrean koneksi hingga membuat layanan online lumpuh total karena beban berlebihan.

Dalam kondisi Three-Way Handshake yang normal, koneksi TCP memerlukan tiga langkah, yaitu:

  1. Klien mengirim paket SYN ke server.
  2. Server merespons dengan SYN-ACK (acknowledge).
  3. Klien mengirim balik ACK untuk menyelesaikan koneksi.

Sedangkan cara kerja SYN flooding adalah sebagai berikut.

  1. Pelaku meminta ribuan hingga jutaan paket handshake ke server. Umumnya, menggunakan IP source yang palsu (spoofed).
  2. Server melakukan TCP, merespons dengan SYN-ACK. Server juga menyimpan ribuan state koneksi tersebut dalam “connection backlog”.
  3. Selama tidak ada ACK balik, koneksi tetap half-open hingga timeout.
  4. Saat koneksi half-open tersebut melebihi kapasitas backlog, server tidak bisa menerima koneksi baru.

Bayangkan ada sebuah restoran yang memiliki 50 kursi. Setiap pelanggan mendapatkan nomor antrean sebelum dipanggil.

Lalu, tiba-tiba datang 500 orang pelanggan dan mengambil semua nomor antrean yang tersisa, tetapi tidak pernah masuk saat dipanggil. Alhasil, kursi tetap banyak yang kosong sehingga pelanggan asli tidak bisa duduk. Restoran pun tidak bisa menyajikan menu kepada siapa pun.

Baca Juga: Apa itu SSRF (Server-Side Request Forgery): Dampak dan Solusi

Dampak Serangan SYN Flood Attack Terhadap Server

Serangan SYN flood membanjiri backlog koneksi di server sehingga server kerepotan melayani koneksi half-open. Dampaknya, server mengalami request timeout, sehingga di perangkat pengguna lain, website menjadi lambat atau bahkan error.

Bagi bisnis online, kondisi ini memicu downtime, kegagalan transaksi, kenaikan bounce rate, serta memperburuk user experience. Jika terjadi dalam jangka panjang, dampaknya tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial dari hilangnya potensi pendapatan dan membengkaknya biaya mitigasi dan pemulihan sistem.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengatasi Server-Side Request Forgery (SSRF)

Contoh Kasus SYN Flood Attack 

Apa itu SYN flood sudah pernah terjadi beberapa kali, baik di Indonesia maupun mancanegara. Berikut adalah beberapa kasus SYN flooding yang pernah terjadi.

1. Serangan DDoS Besar di Indonesia (2024–2025)

Berdasarkan laporan IDCloudHost, terjadi serangan DDoS berbasis SYN flood yang menargetkan penyedia layanan hosting dan cloud.

Tim Security Operation Center (SOC) menemukan permintaan TCP handshake yang melonjak. Analis menggunakan metode NIST 800-61 dan sistem SIEM Stellar Cyber. Disinyalir serangan berasal dari botnet global.

Dampaknya, beberapa layanan hosting mengalami downtime selama beberapa jam. Selain itu, banyak laporan pengguna yang tidak bisa mengakses berbagai macam website. Sehingga, provider harus mengaktifkan mitigasi DDoS dan meningkatkan kapasitas firewall.

2. Kasus Mirai Botnet (2016)

Kasus ini menjadi salah satu contoh kasus SYN flood attack yang paling terkenal di dunia. Kronologinya, Botnet Mirai menginfeksi 600.000+ IoT (kamera, router, DVR) untuk multi-vektor, termasuk SYN flood kepada KrebsOnSecurity, Dyn, dan Lonestar Cell.

Dampaknya, layanan DNS Dyn lumpuh yang menyebabkan Amazon, GitHub, Netflix, PayPal, Reddit, dan Twitter tidak bisa diakses selama beberapa jam. Kasus ini akhirnya memicu regulasi IoT di berbagai negara.

Baca Juga: Mengenal Serangan DDoS dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

Siap Melindungi Server dari Ancaman SYN Flooding?

Setelah mengetahui apa itu SYN flood, memperhatikan celah antrean TCP dan mengandalkan firewall saja tidak cukup. Anda memerlukan kombinasi konfigurasi server yang tepat, pemantauan aktif, dan infrastruktur yang andal.

Dengan menggunakan Cloud Server dari CyberNet, Anda akan mendapatkan perlindungan optimal. Didukung resource dedicated, fleksibilitas konfigurasi keamanan, dan infrastruktur yang scalable, CyberNet memastikan layanan online Anda tetap lancar dan responsif meski menghadapi lonjakan trafik maupun ancaman serangan siber.

BAGIKAN ARTIKEL
ARTIKEL TERKAIT